Jumat, 05 April 2013

A lesson to learn

Sometimes, we just need a time to be alone. Yup, sometimes.
Also for the person we love, even though we're not ready yet for what they're feeling to us, we just need to accept this condition. yes, we have to be patient for waiting. Waiting 'til we get the best moments to share together.




Terkadang, kita ngerasa di-nomor-sekianin sama orang-orang di sekeliling kita. Terkadang, kita juga masih belum bisa menerima itu. It's not as easy as you think. Mungkin di kepala orang-orang banyak, ini cuma masalah sepele. Yup, sepele doang kok. But you don't know how it hurts for that person, right? Yang kita tau masalah ini cuma sepele, tapi.. ternyata ga semudah yang kita bayangin buat ngejalaninnya. So, don't judge people by their emotions ya.(halah) haha

Berdasarkan pengalaman yang udah gue lewatin (sok tua banget ya banyak pengalaman) gue juga merasa itu hal yang sulit buat di hadepin. Sama sahabat, sama pacar, semua rasanya sama (sama-sama nyesekin dan ngebetein banget). Bukan masalah di-nomor-sekianin aja, merasa di sepelein juga ga kalah ngebeteinnya daripada ini. Apalagi sama orang tersayang-nya kita kaya yang udah gue sebutin di atas. 

Kadang, orang terdekat kita yang seharusnya selalu ada buat kita dan selalu ngehibur kita disaat kita lagi sedih pun, bisa aja mereka tiba-tiba butuh waktu sendiri. Atau.. Butuh waktu sama sahabat-sahabat nya yang lain. Taugaksih.. Gue pribadi merasanya tuh kayak 'emangnya gue gabisa ya jadi temen curhat lo?' atau 'apa gue gak seasik sahabat-sahabat lo itu?' dan 'atau mungkin perhatian gue ke lo itu belum cukup buat lo ngerasa 'safe & comfortable' ya?'. Lebih nyakitin lagi disaat kita lagi butuh-butuhnya waktu dengan dia, dia malah lebih mentingin waktunya untuk orang lain. Atau yang lebih parah.. Dia nganggep kita cuma sekedar formalitas aja.

Seharusnya, apa yang udah kita lewatin, semuanya dijadiin pelajaran.. Buat orang yang pernah kaya gitu ke orang tersayang lo, jangan deh ya kaya gitu ke mereka. Sebenernya, mereka itu cuma pengen 'selalu ada di samping lo' disaat lo lagi butuh mereka. Hargailah mereka yang udah nyempetin waktunya cuma buat lo, dan prioritasin lo dibanding urusannya yang lain. You must be feeling so special Walaupun lo gak terlalu butuh orang itu, kasihlah mereka kesempatan buat ngerasain kalo mereka itu sebenernya 'berharga' bagi lo. Ataupun mungkin, mereka lagi butuh lo. Jangan sampe lo nyesel belakangan, kalo ternyata udah begitu jelas mereka butuh 'seseorang' disamping dia buat bagi waktunya, dan orangnya itu kalian, tapi kalian tetep kekeuh untuk nunda semuanya dan bahkan gaada waktu buat mereka.





See? You'll never know how much the person mean to you until you lose them. Jangan sampai kalian kehilangan duluan sebelum ada waktu untuk berbagi sama mereka, it'll hurt you more than ever.

Jumat, 09 November 2012

Foto Indah Makanan jadi Negeri Dongeng

Carl Warner (47), fotografer kuliner menerbitkan buku "A World of Food" berisi foto-foto indah dari berbagai jenis makanan. Semua disusun sedemikian rupa seolah membawa kita ke negeri dongeng yang 'mengenyangkan'.

Kita bisa melihat keju untuk piramida, rumah dari mashmallow, pohon-pohon dari permen lolipop, paduan berbagai jenis sayuran untuk menghasilkan hutan yang damai, dan lainnya. Semuanya dikerjakan sendiri oleh Warner, mulai dari mengumpulkan bahan, merakit dengan lem super, lalu memotretnya.

Fotografer kelahiran Liverpool ini kembali menghidupkan imajinasi masa kanak-kanak ke dunia orang dewasa. Inovasi alternatif dari dunia kuliner.








Senin, 05 November 2012

Deja Vu yang Masih menjadi Misteri...


Pernah mengalami situasi yang secara sadar kamu mengenal betul situasi itu, dan yakin telah kamu lalui sebelumnya? Atau mungkin mengalami suatu situasi saat kamu bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya dan kemudian hal itu benar-benar terjadi seperti yang kamu rasakan karena telah kamu lalui sebelumnya? Jika kamu pernah mengalami hal-hal tersebut, itulah yang dinamakan Deja vu.




Apakah Deja vu itu? 

Deja vu, diambil dari Bahasa Perancis, adalah suatu perasaan ketika seseorang mengalami sesuatu yang pernah terjadi sebelumnya. Singkatnya, deja vu berarti, "pernah mengalami."

Deja vu merupakan peristiwa di mana seseorang merasa yakin telah mengalami situasi baru sebelumnya. Selama mengalami sebuah situasi baru, seseorang merasakan suatu kesamaan dengan sesuatu yang dialami di masa lalu. Seseorang merasa telah melalui hal yang sama baru saja terjadi di masa lalu atau telah melihat hal itu dalam mimpinya. 

Istilah Deja vu ini pertama kali diperkenalkan oleh Emile Boirac yang merupakan seorang peneliti di bidang psikologi berkebangsaan Perancis. Kebanyakan mereka yang mengalami Deja vu mengklaim telah melihat sesatu dalam mimpi mereka atau sangat yakin telah melihat itu beberapa waktu yang lalu.

Sekelompok orang mengasosiasikannya dengan gangguan pada otak sedangkan lainnya menghubungkan Deja vu dengan kehidupan lain di masa lalu. Apa sih sebenarnya Deja vu ini? Mari kita telusuri bersama.


Beberapa Jenis Deja vu

Deja Senti: perasaan ini merujuk pada sesuatu "yang sudah dirasakan". Hal itu merupakan fenomena kejiwaan dan para peneliti meyakini bahwa sesuatu yang telah dirasakan di masa lalu itu sangat mirip dengan yang dirasakan saat ini. Kesamaan pada kedua pengalaman tersebut membuat seseorang merasa bahwa dia telah merasakan hal yang sama di masa lalu.


Deja Vecu: suatu perasaan bahwasanya segala sesuatu yang sedang terjadi baru saja itu identik dengan apa yang terjadi sebelumnya serta satu gagasan tidak wajar tentang apa yang akan terjadi berikutnya. Diterminologikan sebagai Deja vecu. Seseorang yang mengalami perasaan Deja vecu mengklaim telah mengetahui apa yang sedikit lagi akan terjadi dan kadang kala merasa telah mengingat hal tersebut.

Deja Visite: bentuk Deja vu ini merupakan suatu perasaan pernah mengunjungi suatu tempat yang benar-benar baru. Seseorang yang mengalami bentuk Deja vu ini mengklaim memiliki pengetahuan tentang sebuah tempat yang belum dikunjungi. Seseorang mengklaim mengetahui letak geografi suatu tempat, ketika dia belum pernah ke sana dalam kenyataannya.

Para peneliti telah lama mencari berbagai sebab di balik Deja vu. Mereka mengasosiasikan penyakit-penyakit seperti schizophrenia, kegelisahan atau gangguan neurologi lainnya. Para peneliti belum mencapai kesuksesan dalam membangun hubungan antara penyakit-penyakit tersebut dengan Deja vu.

Namun, para peneliti telah menemukan bahwa Deja vu bisa saja merupakan hasil dari kegagalan sistem kelistrikan otak. Deja vu dipercaya sebagai suatu sensasi yang salah pada ingatan atau memori.

Beberapa obat-obatan juga dipercaya sebaga salah satu faktor yang memicu Deja vu. Obat-obatan seperti amantadine dan phenylpropanolamine telah diteliti sebagai penyebab perasaan Deja vu. Beberapa obat-obatan bisa menyebabkan aksi hyperdopaminergic pada area mesial temporal otak yang menyebabkan Deja vu.


Deja Vu dalam lab
Baru-baru ini, sebuah eksperimen pada tikus mungkin dapat memberi pencerahan baru mengenai asal-usul deja vu yang sebenarnya. 

Susumu Tonegawa, seorang neuroscientist MIT, membiakkan sejumlah tikus yang tidak memiliki dentate gyrus, sebuah bagian kecil dari hippocampus, yang berfungsi normal. Bagian ini sebelumnya diketahui terkait dengan ingatan episodik, yaitu ingatan mengenai pengalaman pribadi kita. 
Ketika menjumpai sebuah situasi, dentate gyrus akan mencatat tanda-tanda visual, audio, bau, waktu, dan tanda-tanda lainnya dari panca indra untuk dicocokkan dengan ingatan episodik kita. Jika tidak ada yang cocok, situasi ini akan ‘didaftarkan’ sebagai pengalaman baru dan dicatat untuk pembandingan di masa depan.
Menurut Tonegawa, tikus normal mempunyai kemampuan yang sama seperti manusia dalam mencocokkan persamaan dan perbedaan antara beberapa situasi. 
Namun, seperti yang telah diduga, tikus-tikus yang dentate gyrus-nya tidak berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti Alzheimer: kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu ‘baru’ atau ‘lama’.




Otak manusia merupakan organ yang kompleks dan sangat menarik. Sudah merupakan kecenderungan, bahwa otak untuk menarik kesimpulan dari berbagai situasi yang berbeda. Otak seringkali mencoba untuk bereksperimen mereproduksi suatu situasi yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Oleh karena itu antisipasi beberapa kejadian oleh seseorang bisa membuat orang tersebut berpikir bahwa dia telah mengalami suatu kejadian yang sama di masa lalu.


Yang menarik di sini, bisa saja terjadi bahwa salah satu dari mata kita melihat sesuatu sebelum mata yang lain. Satu mata merekam kejadian sebelumnya. Mata yang lainnya, yang merekam kejadian yang sama beberapa milidetik kemudian, membuat otak merasakan ingatan.

Salah satu mata merasakan sesuatu dan otak mengartikannya. Mata lain yang tertinggal beberapa milidetik merasakan hal yang sama dan mengirim gambar tersebut ke otak. Begitu otak merasakan hal yang sama beberapa milidetik kemudian, orang tersebut merasa bahwa dia telah melihat itu sebelumnya. Namun gagasan ilmiah ini tidak dapat menjadi alasan tepat untuk Deja vu karena orang yang hanya memiliki satu mata juga mengalami Deja vu.

Pada akhirnya, deja vu masih jadi misteri ilmu pengetahuan. Beberapa teori terkait dengan Deja vu pada kemampuan fisik tertentu yang dimiliki manusia. Di lain pihak, orang lain mengatakan bahwa perasaan Deja vu merupakan hasil dari kehidupan lain di masa lalu.






Kamis, 25 Oktober 2012

Padaung, Thailand






Apakah Kamu seorang wanita yang lahir pada hari Rabu pas di bulan purnama? Wah, jika Kamu adalah warga suku Padaung, sebuah suku di Thailand bagian utara, maka bersiaplah menderita.



Entah bisa dibilang sebuah keindahan atau siksaan bagi mereka, tapi inilah yang dialami wanita-wanita suku Padaung.

“Leher, bagian tubuh yang menghubungkan badan dengan kepala, akan disisipi gelang logam. Semakin tua semakin banyak (dan panjang). Leher direntang oleh gelang. Bahkan ada yang panjangnya sampe 40 cm [hampir setengah meter].”

Percaya atau tidak, berat logamnya sendiri bisa lebih dari lima kilo lho! logam itu akan menekan pundaknya ke bawah dan juga memaksa kepalanya naik ke atas.

Tradisi seperti ini justru kini semakin menjadi karena anak yang tidak lahir pada hari Rabu itu pun lehernya ditambahi gelang. Apa tujuannya? jawabannya adalah uang.

Haruskah logam itu dilepas atas nama kemanusiaan? Jangan. Jika tiba-tiba gelang itu dilepas secara tiba-tiba, justru akan bahaya. Tulang leher yang selama ini ditopang logam menjadi lemah. Padahal leher itu sudah memanjang. Tahu sendiri kan akibatnya kalau dilepas tiba-tiba? Sesak nafas yang bisa berujung pada kematian!












Tokyo yang Mempesona di Malam hari




Tokyo merupakan kota terbesar nomor satu di jepang, karena memang penduduknya serta gedung-gedung pencakar langitnya yang banyak. wajar saja tokyo merupakan kota yang bagus karena memang jepang adalah negara yang maju. selain itu dilihat dari sisi keindahan suasana kotanya di malam hari yang sangat indah dengan banyaknya gedung-gedung bagus yang berhias warna-warni lampu kota. dan berikut adalah Keindahan Kota Tokyo di Malam Hari :











Senin, 22 Oktober 2012

Menakjubkan, Foto Kehidupan dalam Setetes Air!



Di dalem air ternyata juga ada kehidupan loh! mau liat?

Ini foto-foto yang di ambil dari tetesan air, jadi di dalem tetesan air itu ada kehidupan  yang gak keliatan sama mata kita. Tentu ini fotonya di ambil dari mikroskop '-' hehehe.

Angka yang ditulis diakhir itu perbesarannya. Jadi.. kalo lo minum air mentah, walaupun keliatan jernih, makhluk-makhluk yang tergambar di foto ini bakalan masuk ke tubuh lo. Coba lo bayanginn?? :o geli kan? *nakut-nakutin* Tapi kalo misalnya kita kumur-kumur gimanaa yaaa? apakah akan tertinggal di mulut kita? Hmm. Kita gaktau.


Daphnia magna (freshwater water flea) (100X)



Philodina roseola (bdelloid rotifer)



Melosira moniliformis, living specimen (320X)



Temora longicornis (marine copepod), ventral view (10X)



Nassula ornata (freshwater ciliate),(630X)





Hydra sp. capturing water flea (40X)




Chiloscyllium plagiosum (Whitespotted bamboo shark)




Water droplet containing a pair of mosquito larvae




Leptodora kindtii (giant waterflea) eye




Daphnia sp. (water flea) and Volvox sp. (green algae)




Closterium lunula (green alga)